Minggu, 09 September 2012

Kisah Tiga Pohon

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.

Pohon pertama berkata, ” Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi dengan emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya.”

Kemudian pohon kedua berkata, suatu hari kelak aku akan menjadi kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku.

Akhirnya pohon ke tiga berkata, Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan diisi jerami.

Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan kecil. Impiannya untuk menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dengan gelap. Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya. Kemudian suatu hari, sepasang suami-istri tiba kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di atas tumpukan jerami di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa didalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekolompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon ke dua. Ditengah danau, badai besar datang DAN pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang didalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata, “DIAM!” Tenanglah! dan badaipun berhenti. Ketika itu, tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.

Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ke tiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan, karena Yesus yang disalibkan padanya.

Ketika keadaan tidak seperti yang engkau inginkan, ketahuilah bahwa TUHAN memiliki rencana untukmu. Jika engkau percaya pada-NYA, Ia akan memberimu berkat-berkat besar. Ketiga Pohon mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tetapi tidak dengan cara yang seperti mereka bayangkan. Kita tidak selalu tahu apa rencana TUHAN atas kita. Kita hanya tahu bahwa jalan-Nya bukanlah jalan kita, Tetapi jalan-Nya adalah selalu YANG TERBAIK.

Selasa, 17 April 2012

Life is an Open Book

Hidup manusia seperti sebuah buku.
cover depan adalah tanggal lahir.
cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap² hari dalam hidup kita & apa yg kita lakukan.
...
Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg tidak sama sekali.

Sekali menulis,
tidak akan pernah berhenti sampai selesai.
Yg hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya,
selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru & tiada cacat.

Sama dengan hidup kita,
seburuk apapun kemarin,
TUHAN selalu menyediakan hari yg baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan yg baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya,
memperbaiki kesalahan kita & melanjutkan alur cerita yg sudah ditetapkanNYA untuk kita masing².

Puji TUHAN untuk hari yg baru ini.

Nikmatilah & Isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal² yg benar.

Dan jangan lupa untuk selalu bertanya kepada TUHAN,
tentang apa yg harus ditulis tiap² harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupanmu selesai,
engkau didapati sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupanmu layak untuk dijadikan teladan bagi generasi setelahnya.